Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19 ist

MERDEKA belajar yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kini menampakan wujud aslinya dalam bentuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan moda dalam jaringan (daring/online). Agar pelaksanan merdeka belajar dengan moda daring dapat terlaksana dengan baik, maka penulis harus me-manage program ini yang dalam teori manajemen dari George Terry dikenal sebagai POAC (Nurdin, 2009:229).


Berikut praktik baik yang dilakukan oleh penulis berdasarkan teori manajemen tersebut:
1. Planning (perencanaan). Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan, yaitu:

a. Melakukan pendataan melalui setiap wali kelas berkaitan dengan kesiapan/ketidaksiapan peserta didik dalam pembelajaran online;
b. Menyusun ulang jadwal pelajaran;
c. Pengarahan agar moda daring yang digunakan adalah yang paling mampu diakses oleh mayoritas peserta didik, pembelajaran tidak memberatkan peserta didik, wali kelas selalu memantau kondisi peserta didik;
d. Menjajaki kerjasama pembelajaran melalui televisi lokal;
e. Menyiapkan bantuan untuk peserta didik yang tidak mampu.

2. Organizing (pengorganisasian). Kegiatan yang dilaksanakan, yaitu:
a. Menganalisis data tentang kesiapan/ketidaksiapan peserta didik dalam pembelajaran daring; b. mendata penggunaan aplikasi online oleh guru;
c. Menyiapkan personal untuk mengajar melalui televisi lokal;
d. Mengumpulkan bantuan sosial untuk peserta didik.

3. Actuating (pelaksanaan). Kegiatan yang dilakukan, yakni:
a. Rata-rata 81% peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran, 19% sisanya tidak bisa mengikuti pembelajaran karena kendala kuota dan tidak memiliki HP;
b. Pembelajaran daring dilaksanakan setiap hari dari Senin sampai Sabtu di mulai dari pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB. Setiap harinya ada 2 mata pelajaran, satu mata pelajaran durasinya selama 120 menit;
c. Mayoritas guru memanfaatkan whatsapp grup sebagai kelas digital, disamping itu ada yang menggunakan google classroom, emodo, edulogy, instagram, telegram dan facebook;
d. Sebanyak 7 orang guru melaksanakan pembelajaran melalui siaran langsung dari SMTV Sumedang;
e. Memberikan bantuan sosial kepada peserta didik, berupa uang, sembako dan pulsa.

4. Controlling (pengawasan/evaluasi). Kegiatan yang dilaksanakan, yaitu guru melaporkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang didalamnya berupa RPP, Media Pembelajaran, Proses Pembelajaran dan Hasil pembelajaran kepada kepala sekolah melalui media social e-mail, google drive, whatsapp group, facebook, dan instagram. Kepala sekolah mengadakan video conferensi dengan guru-guru untuk melaksanakan supervisi pembelajaran daring. Beberapa instrumen supervisi dibahas dalam video conferensi sebagai bahan perbaikan pembelajaran daring berikutnya.

Tanggapan yang sangat baik dari peserta didik, orang tua peserta didik dan para guru atas berbagai program yang dilaksanakan selama masa pandemi ini. Tanggapan baik dari guru karena guru diberi kebebasan untuk memilih moda daring yang paling mereka kuasai, sehingga memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Tanggapan baik dari peserta didik dan orang tua, karena kegiatan pembelajaran dipandang tidak memberatkan peserta didik baik ditinjau dari muatan materi maupun biaya. Pemberian bantuan sosial tentu mendapat tanggapan terbaik dari peserta didik dan orang tuanya.

Pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran kepada dunia pendidikan. Pelajaran yang paling menonjol adalah Covid-19 telah “memaksa” guru untuk mempelajari IT. Sehingga guru saat ini sudah sangat familier dengan berbagai aplikasi online dan dapat menggunakannya dengan baik. Refleksi berikutnya adalah kesadaran diri bahwa kita itu begitu kecil dihadapan Allah SWT, nilai ini harus meresap dalam sanubari peserta didik agar mereka mampu menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

Jika pandemi ini telah usai, maka pembelajaran di kelas dengan memanfaatkan kecanggihan berbagai aplikasi online akan tetap digunakan. Tentu dengan sintaks yang berbeda dari pembelajaran di masa pandemi ini.
a. Pesan dan Motivasi
Tiada sehelai daun pun jatuh tanpa kehendak dari Allah SWT. Demikian pun dengan pandemi yang melanda muka bumi ini, tentu sudah atas seizin dari Allah SWT. Tugas kita hanya berusaha dan berdoa, agar semua ini segera usai. Kesulitan yang kita hadapi karena wabah ini jangan lantas membuat kita menyerah untuk terus berjuang dalam dunia yang telah kita geluti selama puluhan tahun. Karena menyerah adalah sejatinya kekalahan. wabah corona boleh menghajar, tetapi ilmu harus tetap di kejar dan semangat belajar tidak boleh ambyar. (Idris Apandi, 2020).
b. Daftar Pustaka
Apandi, Idris. (2020). http//www.timeindonesia.co.id
Nurdin, Diding. (2009). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan; Bagian II Ilmu Pendidikan Praktis. Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama. (Penulis: Dra. Enung Titin Agustikawati, M.M., Kepala SMP Negeri 1 Cimalaka, Kabupaten Sumedang)**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar