Dede Yusuf: Kawasan Wisata di Indonesia Sudah Mulai Bergerak

Dede Yusuf: Kawasan Wisata di Indonesia Sudah Mulai Bergerak sastra firmansyah

KABUPATEN BANDUG, GJ.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Dede Yusuf Macan Effendi menilai, sejumlah kawasan wisata di Indonesia sudah mulai bergerak antara 50-60 persen, setelah terkena imbas pandemi Covid-19 dalam setahun terakhir ini. Bahkan, di sejumlah obyek wisata di saat memasuki weekand cukup ramai dikunjungi para wisatawan.

"Apalagi saat ini hampir semua masyarakat Indonesia sudah mulai sadar tentang menjaga pola hidup bersih dan aman," kata Dede saat menghadiri ngobrol bareng dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bandung Raya di Riung Panyaungan, Jalan Raya Banjaran-Soreang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/2/2021).

Sehingga, lanjut Dede Yusuf, setiap zona wisata harus mampu meyakinkan kepada publik, bahwa mereka menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan yang ketat terkait pandemi Covid-19.

"Itu untuk memberikan rasa aman kepada para pengunjung. Bahkan, saat ini di saat para pengunjung wisatawan tidak melihat sarana protokol kesehatan (prokes) yang ketat, mereka pun langsung protes," katanya.

Dengan melihat angka penyebaran dan korban pada kasus Covid-19 yang cukup tinggi, kata Dede, masyarakat pun sadar dan mereka akan masuk ke kawasan wisata yang betul-betul menerapkan prokes yang ketat.

"Saat ini untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di sektor pariwisata, harus menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan prokes Covid-19 yang ketat," ucapnya.

Lebih lanjut Dede mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19, sekitar 80 persen bisnis perhotelan mengalami kerugian. Bahkan, ada di antara hotel yang sudah dijual akibat pandemi Covid-19.

"Itu setelah membayar cicilan atau kredit ke bank dan pemasukannya tidak seimbang, sehingga banyak hotel yang dijual," ujarnya.

Ia mengatakan, para pemilik hotel kedepan itu, bisa dimiliki oleh para pemilik baru dan bisa juga pemiliknya asal luar negeri.

"Saat ini, yang dilakukan pemerintah melaui dana yang disiapkan di DPR RI akan memberikan dana hibah atau bantuan-bantuan kepada pemerintah daerah. Nanti pemerintah daerah akan menetapkan zona-zona mana saja yang akan menerima bantuan tersebut," katanya.

Dikatakan Dede, dana hibah tersebut bisa disalurkan ke para pelaku usaha yang menjadi pusat destinasi wisata. "Tujuannya adalah supaya mereka (para pelaku usaha di bidang pariwisata) untuk menyiapkan protokol kesehatan. Agar disaat para pengunjung datang secara bertahap, sarana dan prasarananya sudah tersedia, seperti tempat cuci tangan. Yang jelas dana hibah itu untuk memperkuat sarana dan prasarana prokes," katanya.**

Penulis: Sastra Firmansyah

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar