Ketua Dewan Pers, M. Nuh

Angka Anak Yatim Baru Capai 70 Ribu Akibat Covid-19

Angka Anak Yatim Baru Capai 70 Ribu Akibat Covid-19 Humas PWI Pusat

JAKARTA, GJ.com – Ketua Dewan Pers, M. Nuh memperkirakan hingga 2 Juli 2021 tercatat ada sekitar 50 ribu anak yatim baru di Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19.

“Saya menghitung jika ditambah sekarang 1.500 orang yang meninggal setiap harinya, maka bisa jadi angka anak yatim bertambah mencapai angka 70 ribu,” kata Nuh dalam sambutannya pada acara “PWI Bermunajat: Mengetuk Pintu Langit” yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (24/7/2021).

Acara “PWI Bermunajat: Mengetuk Pintu Langit” tersebut dibuka Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari, dan dihadiri Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin, Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi, Pengurus PWI Pusat, Anggota Dewan Kehormatan, Ilham Bintang, anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia, serta diisi tausyiah dari Ustaz Das'ad Latief.

Terkait hal ini, kata Nuh, sebisa mungkin ikut berpartisipasi perang melawan Covid-19, baik di hulu maupun di hilir. Salah satu persoalan hilir dari Covid-19, yaitu bermunculan anak-anak yatim.

Menurutnya, di antara yatim baru itu bisa saja termasuk keluarga insan pers sendiri. "Oleh karena itu, paling tidak kita mengambil beban dari sebagian yatim-yatim baru itu sebagai bakti kita,” kata Nuh.
Disebutkan Nuh, Covid-19 ini persoalan baru, maka approach-nya pun baru. Tentunya yang lama bisa dipakai, tetap kita pakai," tutur M. Nuh.

Pagebluk persoalan ini, menurut Nuh, telah menjadi kompleks karena berdampak lintas sector, maka itu solusinya tidak boleh sederhana. Salah satu approach kompleks itu lintas komponen bangsa. Intinya kebersamaan, partisipasi dari masyarakat keseluruhan menjadi kunci pada saat menyelesaikan persoalan kompleks ini. Saya tidak ada, yang ada adalah kita.

"Ketika persoalan saya menjadi persoalan kita, maka aktornya adalah kita, bukan saya," kata Nuh seraya menambahkan, seluruh insan pers untuk terus memobilisir sumber daya yang ada di masyarakat dijahit menjadi bagian dari ”kekitaan”.

"Yakinlah dengan kekitaan itu persoalan rumit pun Insya Allah bisa diselesaikan, ditambah lagi hari ini kita bermunajat kepada Allah, hakekatnya yang bisa menyelesaikan persoalan itu Allah, dan yang bisa menyembuhkan itu Allah," ucapnya.**

Sumber: Humas PWI Pusat

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar