Bela Citra

Si Cabai Rawit" dengan Segudang Prestasi

Si Cabai Rawit" dengan Segudang Prestasi Bentar Wibisana Bela Citra, Siswi SMP Negeri 1 Cimanggung, Kabupaten Sumedang

Bermula dari coba-coba itu akhirnya jadi ketagihan dan merasa enjoy untuk tetap berlatih taekwondo.

Pepatah mengatakan kecil-Kecil cabai rawit atau kecil-kecil dengan segudang prestasi. Kalimat itulah tampaknya sangat pantas dilontarkan kepada Bela Citra, siswi kelas VIII-A SMP Negeri 1 Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Berawal dari kegemarannya terhadap cabang olahraga taekwondo sejak SD, dan kedua orang tuanya selalu mengarahkan untuk mempertajam minat dan bakatnya pada dunia bela diri tersebut. Sehingga gadis yang suka dipanggil Bebey ini memiliki segudang prestasi yang pernah diraihnya.

Meski memiliki seabrek prestasi dan garang saat bertarung diberbagai ajang kompetisi taekwondo mulai dari tingkat wilayah, kabupaten, provinsi, nasional hingga tingkat internasioal, namun sosok gadis mungil ini memang memiliki sifat agak pemalu.

Bahkan, ketika Majalah “Sekolah JUARA” berbincang dengan Bebey untuk mengorek prestasinya dalam bidang taekwondo di ruang Kepala SMP Negeri 1 Cimanggung belum lama ini, ia seperti sulit untuk membuka mulut.

“Bingung,” itulah kata pembuka yang tercetus dari mulutnya sambil tersenyum simpul.

Setelah diyakinkan akhirnya Bebey pun mau bercerita, meski dengan nada lembutnya. “Sebenarnya berlatih taekwondo itu awalnya karena coba-coba saja, dan kebetulan di sekolah juga mengikuti ekstrakurikuler taekwondo,” katanya belum lama ini.

Diungkapkan Bebey, bermula dari coba-coba itu akhirnya jadi ketagihan dan merasa enjoy untuk tetap berlatih taekwondo.

“Apalagi orang tua sangat mendukung, dan meminta aku untuk mempertajam cabor taekwondo ini. Terus support dari sekolah juga sangat luar biasa, sehingga aku jalani sampai sekarang, dan alhamdulillah bisa berprestasi,” tutur putri ketiga dari 3 bersaudara pasangan Erwin Hendarin dan Neneng Suryati.

Prestasi yang pernah diraih Bela Citra, di antaranya juara 3 Kyorugi tingkat Jawa Barat, 22-24 Februari 2019, juara 3 Kyorugi Wali Kota Bandung, 20-22 Desember 2019, juara 2 Poomsae Piala Ketua KONI, 14-15 November 2020, juara 2 Poomsae Piala Kemenpora, 26-28 Februari 2021, juara 1 Poomsae International Venenzuela, 25-27 Maret 2021, dan juara 3 Poomsae International Korea, 9-11 April 2021.

“Nah, dari situ aku terus berlatih secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah setiap harinya sepulang sekolah. Ya, paling libur latihan hanya sehari dalam seminggu,” tutur Bebey seraya menambahkan, lelahnya berlatih seakan tidak terasa ketika bisa berprestasi.

Diakui Bebey, apa yang diraihnya selama ini tentu sangat membanggakan, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga SMP Negeri 1 Cimanggung, dan keluarga.

“Pastinya senang kalau dalam setiap event yang aku ikuti bisa menjadi juara, dan orang tua juga merasa bangga dengan hasil perjuangan aku,” ujarnya.

Ditanya mengenai suka duka selama mengikuti kompetisi taekwondo, Bebey menyebutkan, sukanya kalau mengikuti kejuaraan berhasil menjadi juara, menambah pengalaman dan juga banyak teman.

“Dukanya jika ketemu lawan yang itu-itu saja, dan kalah lagi. Pertama kali mengikuti kompetisi kalau kalah itu suka menangis. Ibu yang selalu memberi semangat, dan sekarang enggak pernah menangis lagi. Malah kekalahan suka dijadikan penyemangat untuk berlatih lebih keras lagi agar bisa mengalahkan lawan yang pernah mengalahkan,” ucap Bebey.

Meski sudah beberapa kali menjadi juara, sebut Bebey, terkadang rasa nervous sebelum bertanding selalu menghinggapi dirinya.

“Apalagi kalau melihat penampilan lawan yang begitu meyakinkan suka down juga. Untuk mengatasi rasa nervous dan down itu berdoa, dan mengikuti instruksi pelatih,” ujar Bebey yang bercita-cita menjadi Polwan.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar