Kadisdik Kabupaten Sumedang

Berkomitmen Meningkatkan Kompetensi Guru

Berkomitmen Meningkatkan Kompetensi Guru ist

SUMEDANG, GJ.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin selain memiliki mimpi besar untuk untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dan angka harapan sekolah sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam sektor pendidikan di Kabupaten Sumedang dengan memperkecil angka putus sekolah dan meningkatkan jumlah angka yang melanjutkan antarjenjang pendidikan, maka ia pun berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Saya berjanji kalau bisa terkait kompetensi guru di Sumedang harus menjadi yang nomor satu di Jawa Barat, makanya saya support semua guru. Misalnya ada guru yang betul-betul awam IT, saya dorong untuk ikut pelatihan, sehingga selesai pelatihan dia bisa menjadi duta guru melek IT. Itu target saya,  karena guru kompeten adalah jembatan emas untuk tumbuhkembang optimalnya anak,” tutur Agus.

Zaman ini berubah, katanya,  perubahan itu niscaya tidak bisa dibendung. Kalau kompetensi gurunya tahun 80-an, 90-an, kemudian dipakai kekinian, itu tidak bisa. Undang-undang menyebutkan kompetensi guru itu di antaranya profesi profesionalnya bagaimana. Dia harus bisa ngigeulan ngindung ka waktu midepa ka zaman, serta kepribadianya, dan sosialnya bagaimana?

“Alhamdulillah guru SMP di Kabupaten Sumedang sudah ranking 7 dari 27 kabupaten/kota. Saya yakin  besok bisa naik kalau mau diukur lagi, dan masuk 5 besar masuk. Namun, untuk guru SD masih agak dibawah. Saya mempunyai target guru SD masuk 10 besar,” ujarnya.

Selain itu, tandasnya, target lainnya adalah menunaikan hak-hak guru, dan sekarang alhamdulillah salah satu yang paling dirasakan oleh guru di Sumedang, yakni tunjangan profesi guru atau tunjangan sertifikasi. “Untuk Sumedang tunjangan profesi guru selalu paling duluan cair jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain. Saya juga mendorong terus untuk kenaikan pangkat guru,” katanya.

Kepala sekolah pun tidak luput dari perhatiannya, bahkan kadisdik menginginkan kepala sekolah menjadi agent perubahan, karena  berdasarkan Permen No. 6/2018 sudah berubah. Kalau dulu definisinya kepala sekolah itu guru yang mendapat tugas tambahan, sekarang definisi kepala sekolah adalah guru yang diangkat untuk memimpin satuan pendidikan dan menejer. “Kata kuncinya memimpin, makanya saya jadikan kepala sekolah sebagai agen perubahan,  dan menempatkan kepala sekolah ini pada singgasana termulia,” ucapnya.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar