Wakil Kepala SMA Negeri 2 Lembang, KBB Bidang Kurikulum, Feri Ferdiansyah, S.Pd.,

Optimalkan Kompetensi Guru dalam Learning Management System

Optimalkan Kompetensi Guru dalam Learning Management System Bentar Wibisana

LEMBANG, GJ.com - Sistem belajar dari rumah (BDR) hampir semua sekolah pada praktiknya mungkin sama, namun pelaksanaan BDR di SMA Negeri 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) lebih menekankan kepada peningkatan kompetensi guru dalam Learning Management System (LMS).

“Insya Allah dengan penekanan pada kompetensi guru dalam LMS-nya, maka program-program lain seperti literasi dan Jabar Masagi bisa mendukung pembelajaran secara optimal,” kata Wakil Kepala SMA Negeri 2 Lembang, KBB, Feri Ferdiansyah, S.Pd.,

Mekanismenya, kata Feri, kurikulum kita sederhanakan secara mandiri dan mengelompokan mata pelajaran struktur di kurikulum menjadi lima kelompok atau paling banyak setiap kelompok itu ada 4 mata pelajaran.

“Setelah itu untuk menyusun bahan ajar dan sekaligus membuat modul, sehingga pembelajaran tidak terlalu menekankan pada capaian kurikulum. Untuk capaian kurikulum kita hilangkan, jadi anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar, justru ketika BDR bisa menyenangkan bagi mereka,” kata Feri yang didampingi staff kurikulum, Sisca Fitriyani, S.Pd., dan Lolita Wulandari, S.Pd., kepada gorajuara.com belum lama ini.

Untuk pelaksanaanya atau teknisnya, menurut Feri, dijadwalkan dua pekan sekali. Pekan pertama anak-anak diberi stimulus secara langsung melalui media google meet atau zoom dengan guru. Sebelumnya anak-anak diberi stimulus untuk pembelajaran, sehingga proses pembelajaranya anak-anak di rumah berpedoman pada stimulus dan modul yang telah dibuat oleh guru.

Jika satu pekan sudah selesai, tambah Feri, diberikan refleksi atau revieuw melalui google meet, jadi tidak sepenuhnya secara daring. Jadi setelah anak-anak selama seminggu belajar di rumah tetap ada koordinasi dengan wali kelas, orang tua dan guru mata pelajaran, serta diakhiri dengan refleksi atau review melaui google meet.

Metoda pembelajaran seperti itu, tandas Feri, alhamdulillah hasilnya cukup bagus, bahkan anak-anak hampir 95% sangat merespon baik, dan mereka mengikuti pembelajaran secara menyenangkan. Itulah bentuk riill dari pembelajaran tematik.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan yang berkaitan dengan BDR, urai Feri, target bidang kurikulum lebih kepada mendorong kemampuan guru dalam memanage aplikasi daringnya. Guru juga diwajibkan datang ke sekolah, sehingga tim kurikulum bisa mengawasi secara langsung. Jadi kedisiplinan guru dalam kolaborasinya itu terus diawasi.

“Pada saat normal kita mengawasi ketika guru mengajar di kelas, tetapi sekarang di ruang guru yang sudah difasilitasi oleh sarana dan prasarana. Kita mendampingi saat guru mengajar, dan itu lebih kepada kompetensi memanage aplikasi daring, bagaimana guru membuat bahan ajar yang menarik bagi siswa,” ujar Feri.

Menurut Feri, guru-guru di SMAN 2 Lembang kebanyakan masih muda-muda, sehingga bisa mengikuti perkembangan. Meski demikian sebelum BDR ini dilaksanakan kita juga sudah melaksanakan IHT terlebih dahulu. Kita rancang seperti apa konsep pembelajaran yang akan dilakukan SMAN 2 Lembang pada masa pandemi Covid-19 ini.

Sebagai bidang kurikulum, sebut Feri, berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir sehingga pembelajaran bisa kembali normal. “Mudah-muahan meski dalam kondisi pandemi pembelajaran tetap bisa berjalan sesuai harapan, dan tidak menurunkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar