Wakil Kepala SMAN 2 Lembang, KBB Bidang Kesiswaan, Ani Karolina, M.Pd.,

Kendala Saat BDR Semangat Siswa Tidak Stabil

Kendala Saat BDR Semangat Siswa Tidak Stabil Bentar Wibisana

LEMBANG, GJ.com - Selama masa pandemi Covid-19, belajar dari rumah (BDR) menjadi pilihan utama. Meski dalam pelaksanaannya masih memiliki banyak kendala yang perlu diperbaiki, namun setidaknya dengan adanya metoda pembelajaran ini proses kegiatan belajar mengajar (PBM) masih bisa berlangsung.

Hambatan atau kendala yang muncul dalam BDR ini, menurut Wakil Kepala SMA Negeri 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Bidang Kesiswaan, Ani Karolina, M.Pd., seperti yang dialami siswa SMAN 2 Lembang salah satunya semangat belajar siswa masih naik turun.

Untuk menyikapi permasalahan yang muncul pada siswa saat BDR, kata Ani, khususnya dari bidang kesiswaan selalu melibatkan peran serta wali kelas, guru mata pelajaran dan guru BK. “Saat membutuhkan motivasi lebih, maka kami melibatkan Ibu kepala sekolah,” kata Ani yang didampingi staff bidang kesiswaan, Nurman dan Dulhamin Arif.

Selain itu, sebut Ani, sikap bidang kesiswaan ketika ada siswa yang mengalami hambatan saat BDR adalah sebagai berikut; ketahui hambatan belajar siswa salah satunya melalui laporan wali kelas atau langsung siswa yang bersangkutan melalui link yang sudah disediakan.

“Selanjutnya komunikasikan dengan pihak terkait, seperti kurikulum, BK, bahkan Ibu kepala sekolah, provider, dan lain-lain,” kata Ani seraya menambahkan, jika hambatan siswa tidak bisa BDR secara daring,maka siswa sesuai rekomendasi BK dan kesiswaan bisa menggunakan modul.

Sedangkan untuk permasalahan lainnya, seperti kurangnya kuota untuk siswa BDR, jelas Ani, pihak sekolah pun membantu dalam penyediaan kuota, karena dari pemerintah juga sudah ada bantuan untuk kebutuhan kuota melalui sekolah setiap bulannya.

“Jika ada yang tidak bisa mengikuti daring karena terkendala fasilitas lainnya, seperti laptop atau handphone (HP), kami juga memfasilitasinya. Alhamdulllah, sejauh ini dalam pembelajaran BDR sudah tidak ada masalah lagi,” tuturnya.

Untuk mengawasi saat berlangsungnya BDR dan meyakinkan siswa itu benar-benar melaksanakan KBM, tandas Ani, sekolah menyediakan link untuk kehadiran setiap harinya. “Jadi semua siswa bisa terpantau terkait kehadirannya,” katanya.
Mengenai pelaksanaan ekstrakurikuler (ekskul) selama pandemi Covid-19, ungkap Ani, tetap masih bisa dilaksanakan, hanya kegiatannya tidak langsung tatap muka tetapi dilakukan secara daring.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, harap Ani, mudah-mudahan ada sinergi antara orang tua, wali kelas, guru dan warga sekolah lainnya, serta pemerintah juga untuk terus mensukseskan BDR. Sehingga semuanya bisa bersinergi dan mengoptimalkan kualitas dari pembelajaran.

Sementara menyinggung program unggulan SMAN 2 Lembang, Ani mengatakan, ada program unggulanya, yakni Hafidz Al-quran, English Conversation, dan Fokus Group Disccussion dalam rangka persiapan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara untuk program pembiasaan ada shalat dhuha berjama'ah serta shaum Senin-Kamis.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar