Wakil Kepala SMK Negeri 1 Ciamis Bidang Kurikulum, Oneng Dalilah, M.Pd.,

Learning Management System Cara Efektif Melaksanakan PJJ

Learning Management System Cara Efektif Melaksanakan PJJ ist

CIAMIS, GJ.com - Pembelajaran secara tatap muka di sekolah terlalu riskan untuk dilaksanakan saat pandemi Covid-19 masih merona merah. Salah satu opsi agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak berhenti adalag dengan cara pembelajaran jarak jauh (PJJ), meski sistem ini memunculkan plus-minus dalam pelaksanaannya. PJJ adalah pilihan yang bisa dilakukan hari ini.

Dalam menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda hingga kini, maka peranan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sangat memegang peranan penting atas keberlangsungannya proses kegiatan belajar mengajar. Perannya sangat dituntut agar KBM bisa berjalan dengan “kebahagiaan”, baik bagi siswa maupun guru.

Menurut Wakil Kepala SMK Negeri 1 Ciamis Bidang Kurikulum, Oneng Dalilah, M.Pd., bidang kurikulum ni sangat berperan penting untuk KBM di masa pandemi ini. “Meski kurikulum sudah menyiapkan untuk pembelajaran sesuai dengan anjuran pemerintah untuk melaksanakan tatap muka dengan protokol kesehatan, tetapi situasi dan kondisi daerah dan negara kita tidak memungkinkan untuk melaksanakan tatap muka,” tuturnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, tandas Oneng, maka di awal tahun ajaran baru SMKN 1 Ciamis melalui wakasek bidang kurikulum mengadakan Workshop Model Pembelajaran Di Masa New Normal Dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Tahun Pelajaran 2020-2021 dalam persiapan pembelajaran daring yang mengefektifkan penggunaan Learning Management System (LMS) sebagai salah satu cara untuk melaksanakan PJJ.

Adapun pola PJJ yang dilakukan, jelasnya, mengaktifkan LMS sekolah untuk semua mata pelajaran melalui link http://lms.smkn1ciamis.net atau http://lms.smkn1ciamis.id. “Sehubungan Kurikulum khusus di masa pandemi telat diluncurkannya, maka di SMKN 1 Ciamis masih menggunakan kurikulum sebelum nya tetapi disesuaikan KD nya di dahulukan yang bisa dan mudah difahami sendiri,” ujarnya.

Oneng menyebutkan, sehubungan Kurikulum khusus di masa pandemi telat diluncurkannya, maka di SMKN 1 Ciamis masih menggunakan kurikulum sebelumnya, tetapi disesuaikan kompetensi dasar (KD) didahulukan yang bisa dan mudah dipahami oleh siswa sendiri.

Meski demikian, menurutnya, pembelajaran yang efektif adalah tatap muka bertemu langsung dengan siswanya, masa pandemi ini tidak efektif dan tidak aman untuk dilaksanakan. “Tentu saja secara jujur saya katakan pembelajaran daringnya kurang efektif, karena banyak kendala kami rasakan, baik yang dialami siswa maupun guru. Sejauh ini alhamdulillah PJJ bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Untuk meyakinkan siswa bisa belajar secara nyaman di rumah, ungkap Oneng, selain belajar menggunakan LMS, guru-guru juga melaksanakan google meet, meeting zoom dan juga komunikasi dua arah dengan aplikasi whatsapp untuk menunjang proses pembelajaran jarak jauhnya.

Untuk mencapai proses belajar mengajar di rumah yang sesuai dengan yang diharapkan bidang kurikulum menggunakan LMS yang sekolah kami punya alhamdulillah bisa menjadi aplikasi pembelajaran yang baik untuk melaksanakan PJJ ini.

Sebelum siswa dan guru mendapat kuota belajar dari pemerintah, sekolah memberikan kuota untuk belajar di rumah, melengkapi konten-konten LMS. “Siswa yang tidak memiliki handphone (HP) diberi hardcopynya oleh guru mata pelajaran seminggu sekali yang diambil siswa ke sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Waktu pembelajaran pun sesuai jadwal pembelajaran tatap muka, ujar Oneng, siswa menggunakan PSAS atau pakaian sesuai ketentuan hari yang berlaku. Diatur wakasek kurikulum jadwal pembelajaran paling banyak 3 mata pelajaran dalam sehari.

Diakui oneng, memang selama PJJ ini masih banyak siswa yang belum memahami materi juga mengoperasikan LMS dengan baik. Signal yang susah di lingkungan nya juga merupakan hambatan untuk siswa belajar daring.

“Jika menemukan kendala kita bekerjasama dengan orang tua mencari akar permasalahan kedala yang dirasakan siswa juga dengan guru BP, mencari solusinya agar siswa merasakan nyaman untuk belajar.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar