Sasaran BUMDes Sukamulya Untuk Mensejahterakan Masyarakat

Sasaran BUMDes Sukamulya Untuk Mensejahterakan Masyarakat sastra firmansyah Ketua BUMDes Suka Makmur, Desa Sukamulya H. Jejen Zaelan (kiri) saat menyerahkan laporan pertanggungjawaban BUMDes kepada Kepala Desa Sukamulya, Deni Sugandi, Senin (22/2/2021)

KABUPATEN BANDUNG, GJ.com - Ketua BUMDes Suka Makmur, Desa Sukamulya, H. Jejen Zaelani mengatakan, BUMDes Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengembangkan sejumlah unit usaha untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Di antaranya mengelola air bersih dari sumur bor dan pengelolan GOR Desa, selain jasa transfer dan usaha foto copi dan ATK.

"Pengelolaan BUMDes Suka Makmur itu, setelah mendapat modal usaha awal sebesar Rp 34 juta dari pemerintah Desa Sukamulya pada 2019 lalu dan kemudian dipergunakan pada 2020," kata H. Jejen Zaelani kepada wartawan di Desa Sukamulya, Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan mengelola air bersih ini, setelah Desa Sukamulya mengalami keterbatasan mendapatkan air bersih untuk kepentingan masyarakat.

"Apalagi di musim kemarau, mengalami kesulitan air bersih. Sebelumnya, untuk penggalian sumur guna mendapatkan air bersih mengalami kesulitan modal," katanya.

Jejen menuturkan, akses mendapatkan air bersih dari luar daerah juga dirasa sulit. Pasalnya Desa Sukamulya yang berjarak 20 km dari pusat kabupaten ini terkendala di akses jalan yang rusak dan harus melewati jalan yang sepi.

"BUMDes yang kami kelola ini mendapat legalitas sejak 2017," katanya.

Dia pun menuturkan untuk mengembangkan usaha BUMDes tersebut, saat ini mendapat kucuran dana tambahan penyertaan modal usaha tahun 2021sebesar Rp 94 juta untuk mengembangkan unit usaha lain.

Dikatakan Jejen, dengan adanya pengembangan usaha tersebut, bisa memberi pemasukan buat BUMDes Pemerintah Desa Sukamulya, dan termasuk dapat memberikan manfaat terhadap pengelola serta karyawan.

Ia akan terus mengembangkan unit usaha yang dibutuhkan masyarakat secara menyeluruh dan juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Misalnya usaha toko kebutuhan bahan pokok (sembako) yang sangat dibutuhkan masyarakat.

"Kami berharap pemerintah terus menerus memberikan pembinaan dan arahan. Pemerintah juga diharapkan dapat memberi fasilitas. Kami juga berharap ada pihak yang menanamkan saham untuk meningkatkan unit usaha dan pendapatan masyarakat," tutunya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Deni Sugandi, mengatakan BUMDes yang kelolanya telah berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga lebih dari Rp 3,4 juta pada tahun 2020 setelah menjabat beberapa bulan. "Padahal sebelumnya, PADes dari sektor BUMDes tidak ada masukan. Tahun ini, kami yakin mampu meraih PADes yang akan datang bisa lebih dari itu," katanya.

Deni sangat mendukung pengembangan unit usaha BUMDes agar lebih efektif dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Penyertaan modal tambahan akan kita berikan dari anggaran dana desa," ujarnya.

Menurutnya, saat ini dana desa di Desa Sukamulya lebih banyak digunakan untuk infrastruktur seperti jalan gang dan perbaikan rumah layak huni (rutilahu). Proses pembangunan ini juga dinilai berdasarkan skala prioritas.

"Kami berpikir dengan adanya dana desa, Desa Sukamulya bisa mandiri. Selama ini Desa Sukamulya bergantung ke kabupaten dan tidak mandiri, dengan adanya dana desa tersebut, Desa Sukamulya merasa bisa mandiri. Pembangunan sangat jelas terlihat," ujarnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukamulya, Wawan mengatakan, unit usaha yang dikembangkan BUMDes bisa menyesuaikan apa yang dibutuhkan warga Desa Sukamulya.

"Kami siap mendukung dari dana desa terus berlanjut memberikan bantuan modal untuk unit usaha yang dikelola BUMDes dengan disesuaikan potensi di kampung masing-masing," ujarnya.**

Penulis: Sastra Firmansyah



Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar