Asosiasi BPD, PAW Legislatif, dan PMBT Bahas CDOB KBT

Asosiasi BPD, PAW Legislatif, dan PMBT Bahas CDOB KBT Sasra Firmansyah

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Wacana pembentukan calon daerah otonomi baru Kabupaten Bandung (CDOB KBT) terus menjadi pembahasan berbagai kalangan di wilayah timur Kabupaten Bandung. Pada Rabu (2/12/2020), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Ciparay, Pergantian Antar Waktu (PAW) Legislatif se-Kecamatan Ciparay dan Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT) melaksanakan silaturahmi di GOR Rama Putra Desa Ciparay Kecamatan Ciparay. 

Pada pertemuan itu, mereka membahas persiapan percepatan pembentukan CDOB KBT. Mereka berharap dengan terbentunya CDOB KBT itu dapat mensejahterakan masyarakat, selain mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyaraat di 15 kecamatan di wilayah timur Kabupaten Bandung yang menjadi sasaran pembentukan KBT tersebut. Selain itu dapat membuka lapangan kerja baru dan berkarir di pemerintahan maupun legislatif. Dewan Pengawas PMBT H. Dagus menuturkan, Kabupaten Bandung dengan 31 kecamatan merupakan kabupaten terpadat di Indonesia, sehingga salah satunya melalui pemekaran daerah. 

"Pemekaran Kabupaten Bandung, dengan terbentuknya CDOB KBT sudah sangat memenuhi persyaratan. Makanya persyaratan administrasinya untuk diselesaikan," kata Dagus. 

Ia mengatakan, pembentukan KBT keduluan oleh Kabupaten Bandung Barat. Untuk percepatan pembentukan CDOB KBT, Bupati Bandung sudah memberikan legalitas ke PMBT sebagai fasilitator dalam persiapan pembentukan CDOB KBT.

"Persiapan pembentukan CDOB KBT ini merupakan hajatan BPD, di antaranya untuk melaksanakan musyawarah desa (musdes). Tanpa musdes tak akan ada KBT, dan tak akan ada pembentukan KBT. Untuk itu, saya berharap kepada sejumlah pihak untik membantu percepatan pembentukan KBT," tuturnya.

Ia berharap dengan pembentukan KBT dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Partai politik pun akan mendukung karena ada kepentingan untuk menjadi anggota dewan. 

Di tempat sama, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa menuturkan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya wacana pembentukan CDOB KBT. 

"Sudah sepakat pembentukan KBT ini. Karena dengan 31 kecamatan di Kabupaten Bandung sudah tak efektif lagi. Apalagi dengan pembentukan KBT dasarnya meningkatkan pelayanan kepada mayarakat," tuturnya.

Tarya mengatakan, dengan adanya pembentukan KBT ini memberikan kesempatan kepada warga Cimenyan dan Nagreg dapat mendekatkan pelayanan dari pemerintah. Ia berharap, tahapan persiapan untuk pembentukan CDOB KBT  harus disiapkan. 

"Tahapannya harus dilalui, pasti akan sampai pada pembentukan KBT. Saya berharap seluruh stickholder tidak lagi berbicara golongan. Kita sudah merindukan pembentukan pemerintahan baru untuk membantu masyarakat dalam pencapaian kesejahteraan. Seluruh  stikholder, terutama BPD yang punya hajat dan bupati sudah  mendelegasikan kepada PMBT dalam pemekaran ini untuk memfasilitasniya," ungkapnya.

Ia juga berharap kepada anggota DPRD Kabupaten Bandung yang ada di wilayah timur Kabupaten Bandung, yakni dapil 3, 4, 5 dan 6 untuk membantu percepatan pembentukan CDOB KBT. 

"Dengan harapan sampai pada pembentukan KBT. Saya yakin melihat berbagai aspek sudah layak. Tetap tahapannya harus dilalui," katanya.

Sementara itu, salah seorang Wakil Ketua BPD Ciheulang Kecamatan Ciparay Acep Rusmin berharap, dengan adanya wacana pembentukan CDOB KBT tak menciptakan masalah baru, melainkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pembentukan daerah baru itu, selain dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, juga membuat lapangan kerja baru. Kami berharap, masyaraat setempat menjadi prioritas dalam kesempatan kerja tersebut," katanya.**

Penulis : Sasra Firmansyah

 

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar