Untuk Meningkatkan Pelayanan, Bapenda Kabupaten Bandung Buka 8 Layanan Pembayaran PBB

Untuk Meningkatkan Pelayanan, Bapenda Kabupaten Bandung Buka 8 Layanan Pembayaran PBB Sasra Firmansyah Para wajib pajak saat hendak melakukan pembayaran pajak di Kantor Bapenda Kabupaten Bandung di Soreang, beberapa waktu lalu.

Kabupaten Bandung, "GJ".com - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan pajak (PBB/Pajak Bumi dan Bangunan) kepada wajib pajak di Kabupaten Bandung maupun yang berdomisili di luar. 

Untuk mempermudah masyarakat membayar PBB, Bapenda Kabupaten Bandung mulai sekarang ini membuka delapan layanan pembayaran PBB. 

Kepala Bidang Pendapatan 2 (PBB) Bapenda Kabupaten Bandung, Kankan Taufik Bernawan, S.IP., mengatakan, wajib pajak untuk membayar pajak tidak perlu lagi menunggu datang surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT), cukup dengan menyebutkan nomor obyek pajak (NOP).

"Wajib Pajak (WP) dapat melakukan pembayarannya di gerai-gerai yang tersedia di alpamart, Indomart, tokopedia, gopay, kantor pos, ATM dan teller Bank Jabar – Banten serta melalui Aplikasi BJB DiGi," tutur Kankan kepada wartawan di Soreang, Selasa (1/12/2020). 

Setelah melakukan transaksi di tempat yang telah ditentukan tersebut, imbuh Kankan, wajib pajak harus minta tanda bukti lunas pembayarannya. Untuk terus mempermudah pembayaran Bapenda Kabupaten Bandung akan menambah tempat-tempat pembayaran melalui kerjasama lembaga swasta lainnya termasuk dengan bumdes yang ada di Kabupaten Bandung.

Kankan menyebutkan, bila masih ada yang belum terkaper oleh ke 8 tempat itu, Bapenda juga melakukan jemput bola ke daerah-daerah pelosok dengan menbuka mobil pelayanan pembayaran. “Kita ada tiga unit mobil untuk keliling desa desa yang, sehingga WP dapat terjaring membayar pajak,“ kata Kankan Taufik Bernawan. 

Hal itu dilakukan sebagai apresiasi Pemerintah Kabupaten  Bandung dalam Upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak PBB setiap tahunnya sangat tinggi.

"Sebelum adanya penambahan tempat pembayaran, wajib pajak di pelosok banyak ada yang menunda pembarayannya atau menitipkan (kolektip) ke orang lain," ujarnya. 

Kankan mengharapkan dengan adanya inovasi tersebut masyarakat dapat melakukan pembayaran langsung sendiri, baik datang ke tempat-tempat yang telah ditentukan tadi maupun melalui Aplikasi yang telah ada.

"Dengan lancarnya pembayaran pajak dapat meningkatkan pembangunan di berbagai sektor di Kabupaten Bandung, dan hasil pembangunannya dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat," pungkasnya.**

Penulis : Sasra Firmansyah

Editor: Ervan Radian

Bagikan melalui:

Komentar