Agus Wahidin: Disdik Sumedang Tingkatkan Angka Harapan Sekolah

Agus Wahidin: Disdik Sumedang Tingkatkan Angka Harapan Sekolah ist

SUMEDANG, GJ.com - Target lain lain yang menjadi bidikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, selain mendongkrak orang Sumedang pada tahun 2020 ini minimal lulus SMP/Sederajat, juga kini tengah gencar meningkatkan angka harapan sekolah (AHS).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, H. Agus Wahidin, S.Pd.,M.Si., kepada gorajuara.com belum lama ini,   kita sering bicara angka harapan sekolah, tapi sering kali orang dinas pendidikan sendiri  tidak mengerti tentang angka harapan sekolah, apalagi orang awam. Jadi angka harapan sekolah itu adalah  mimpinya orang Sumedang,  Jawa Barat dan mimpi orang Indonesia “Nah, Sumedang sekarang angka anak sekolahnya itu baru 12,4 tahun.  Jadi mimpinya orang Sumedang itu masih dangkal  belum tinggi,” katanya.

Untuk menciptakan angka harapan sekolah supaya lebih tinggi lagi, kata Agus, peranan PAUD  sangat  besar, karena disitulah usia emas,  dimana kita bisa menanamkan image yang begitu kuat pada anak, bahwa sekolah itu menyenangkan.  Kita harus mampu mencetak persepsi anak bahwa sekolah itu menyenangkan, makanya tugas kepala sekolah dan guru bagaimana membuat suasana sekolah itu menyenangkan atau menjadi rumah kedua bagi anak.

Jika lingkungan sekolah itu bersih dan penuh warna-warni, tambah Agus, sehingga keinginan anak untuk bersekolah cukup kuat, karena memang sekolahnya menyenangkan dan membuat betah. Anak itu harus diberi mimpi-mimpi yang tinggi sehingga tidak merasa malas untuk bersekolah, tetapi harus bersemangat untuk mengejar mimpinya.

“Angka rata-rata sekolah dan angka harapan sekolah, itu yang menjadi target saya. Ini rumus internasional, dan human depelopment index (index pembangunan manusia) yang didalamnya adalah Index pendidikan. Index pendidikan tidak akan naik kalau dua hal di atas tidak naik,” ujarnya.

Kalau angka rata-rata sekolah dan angka harapan sekolah tidak naik, lanjut Agus, sebagus apapun prestasi, baik FLS2N, KSN dan juara lainnya, tetapi  tidak berpengaruh terhadap naiknya angka rata-rata sekolah dan  angka harapan sekolahnya tidak naik berati gagal. Sebab yang masuk ke BPS, Bapeda Kabupaten, Bapeda provinsi dan Bapenas itu yang dinilai bukan piala, tetapi naik atau tidaknya angka rata-rata sekolah dan angka harapan sekolah.**

Editor: Rusyandi

Bagikan melalui:

Komentar